Uji Kompetensi Perhotelan dan Restoran Pangandaran oleh Dinas Pariwisata Pangandaran

Uji-Kompetensi-Perhotelan-dan-Restoran-Pangandaran-oleh-Dinas-Pariwisata-Pangandaran

Uji kompetensi perhotelan dan restoran Pangandaran merupakan sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk terobosan baru dalam hal program pemberdayaan pegawai hotel dan restoran. Pelatihan ini digelar dengan tujuan meningkatkan kinerja dan profesionalitas pegawai hotel serta restoran, khususnya yang berada di dalam lingkup daerah Kabupaten Pangandaran.

Pelaksanaan Uji Kompetisi Perhotelan dan Restoran Pangandaran

Kegiatan pelatihan uji kompetensi perhotelan dan restoran Pangandaran tersebut sukses diikuti oleh peserta dalam jumlah yang begitu banyak, sehingga akan berlangsung secara berkelanjutan (kontinu).

Jumlah peserta yang ditargetkan hadir berada di angka lebih dari 1.000 orang pegawai yang berasal dari berbagai hotel serta restoran tersebar di Kabupaten Pangandaran. Diharapkan seluruh pegawai tersebut bisa mengikuti pelatihan ini mengingat urgensi dan pentingnya kegiatan.

1. Latar belakang diadakannya kegiatan

Dadang, selaku perwakilan penyelenggara kegiatan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran mengatakan bahwa untuk kegiatan uji kompetensi perhotelan dan restoran Pangandaranini pihaknya menargetkan peserta dalam jumlah yang besar untuk hadir di tempat pelaksanaan kegiatan.

Hal ini tentu telah dipersiapkan sejak lama karena memang diselenggarakan sebagai wadah untuk memfasilitasi para pegawai hotel dan restoran agar memiliki kinerja yang lebih baik.

Dadang tidak lupa mengingatkan kembali akan motto “Pangandaran hebat dan Pangandara menuju objek wisata yang mendunia”. Untuk mencapai motto tersebut, tentu perlu sinergi yang kuat antara satu pelaku bisnis pariwisata dengan pihak-pihak lain yang bersangkutan. Untuk mewujudkan motto tersebut, perlu adanya peningkatan dalam hal kepariwisataan, baik dari segi fisik maupun nonfiisk. Aspek fisik berupa wajah dan tampilan tempat wisata yang ada, sedangkan aspek nonfisik bisa berupa pelayanan dan keramahan orang-orang.

2. Tujuan diadakannya kegiatan

Dengan diselenggarakannya uji kompetensi perhotelan dan restoran Pangandaranini diharapkan bisa memberikan bekal ilmu dan wawasan kepada para peserta seputar dunia perhotelan dan restoran. Hal ini tentu agar ke depannya pelayanan yang diberikan kepada pengunjung baik lokal maupun mancanegara bisa lebih baik dan maksimal. Pelayanan yang baik akan berdampak kepada tingkat kesenangan wisatawan untuk terus mengunjungi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Sebagaimana dikutip dari harapanrakyat.com, Dadang juga mengatakan bahwa pentingnya menjaga pelayanan agar tetap bagus ialah agar para wisatawan menjadi betah untuk berlama-lama di kawasan objek wisata yang tersebar seluruh Kabupaten Pangandaran.

Jika mereka betah dan merasa nyaman, sangat mungkin akan datang lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran. Tentu situasi ini akan menguntungkan banyak pihak, sehingga perlu kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak pula untuk mewujudkannya.

3. Pelaksanaan kegiatan

Megi, selaku Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, menambahkan pula jika kegiatan uji kompetisi perhotelan dan restoran ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok atau bidang, berdasarkan spesialis masing-masing. Sebagai contoh, pada bagian perhotelan, terbagi menjadi bidang kitchen dan resepsionis.

Selain dibagi menjadi beberapa kelompok, selama kegiatan tersebut berlangsung akan diadakan tes bagi peserta. Tes tersebut berupa praktik pada masing-masing bidang kerja peserta. Misalnya, pada ruang 2 terdapat kelas bagi chef, maka para peserta yang berada pada bidang bersangkutan harus melakukan praktik memasak bertempat di ruangan dapur yang telah disiapkan oleh pihak panitia.

Magi, juga menambahkan bahwa kegiatan pelatihan uji kompetensi perhotelan serta restoran yang diadakan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran ini merupakan bagian dari kerja sama dengan CPKNI Kementerian Pariwisata RI dan LSP Maestro Perhotelan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, serta lain-lain.

Di sisi lain, panitia juga telah mempersiapkan sejumlah narasumber untuk memberikan edukasi bagi para peserta pelatihan. Narasumber ini tentu para profesional yang handal dan telah berpengalaman di bidangnya dalam masa kerja yang lama.

Salah seorang peserta pelatihan menyampaikan testimoni selama mengikuti pelatihan uji kompetensi tersebut. Ia mengaku dirinya beruntung diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata tersebut.

Selain sebagai perwakilan hotel tempat ia bekerja, peserta ini juga menyatakan bahwa dirinya mendapatkan wawasan baru seputar bidang yang digelutinya. Ia juga bisa menjalin relasi dengan orang-orang baru yang ditemuinya. Jelas sekali ada banyak manfaat positif dari digelarnya uji kompetensi perhotelan dan restoran Pangandaran.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *