5 Mitos Kesehatan Gigi yang Masih Dipercaya, Ada yang Sering Anda Dengar?

5-Mitos-Kesehatan-Gigi-yang-Masih-Dipercaya-Ada-yang-Sering-Anda-Dengar
Foto dari Canva

Meski dunia kesehatan gigi semakin canggih berkat kemajuan teknologi, faktanya masih ada sejumlah mitos yang dipercaya masyarakat luas. Hal ini bukan hanya memperparah gangguan pada gigi, tetapi juga merepotkan pihak di klinik dokter gigi Jakarta yang menanganinya. Tidak jarang, pasien datang ke klinik ketika kondisi gigi sudah sangat parah karena percaya denagn mitos tersebut.

Maka untuk mencegah kesalahpahaman serta kondisi yang buruk tadi, penting bagi Anda mengetahui mana fakta dan mitos seputar kesehatan gigi . Berikut adalah beberapa contoh mitos yang perlu diluruskan:

Read More
  • Mitos 1: Semakin digosok, gigi semakin kinclong

Tak sedikit orang yang menganggap gigi yang digosok kencang bakal semakin kinclong. Disitat dari American Dental Association (ADA), kebiasaan ini bukannya menyehatkan dan membuat gigi bersih, tetapi malah membuatnya sakit. Pasalnya, lapisan enamel pada gigi yang berfungsi melindungi interior dari lubang dan pembusukan bakal menipis. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menyikat gigi dengan teknik yang tepat.

  • Mitos 2: Flossing tak dibutuhkan selama sudah gosok gigi

Penggunaan dental floss (benang gigi) memang kurang familier di Indonesia, tetapi di luar negeri kebiasaan flossing pun masih diabaikan. Bahkan ada yang menganggap dental floss bakal menyebabkan gigi berjarak. Faktanya, flossing yang terkesan simpel sangat membantu Anda untuk merawat gigi, terutama mengangkat sisa makanan yang tak terangkat sikat gigi sampai menekan risiko pembentukan plak dan karang gigi.

  • Mitos 3: Ibu yang sedang hamil tak perlu ke dokter gigi

Ibu hamil memang lebih sensitif, sehingga perawatan-perawatan tertentu seperti pemeriksaan gigi perlu dilakukan lebih hati-hati. Namun, ada yang menganggap obat-obatan dari dokter berdampak buruk pada janin sampai mereka harus menghentikan pengecekan berkala. Jika memang ada masalah pada gigi, segera periksakan secepatnya. Anda juga tak perlu cemas, sebab dokter pun akan memastikan obat-obatan yang diberikan tak membahayakan kandungan.

  • Mitos 4: Saraf mata rusak akibat gigi dicabut

Sampai sekarang, banyak orang yang ragu mencabut gigi karena mendengar mitos bahwa hal ini menyebabkan kerusakan pada saraf mata sampai memicu kebutaan. Faktanya, mencabut gigi justru akan menyelamatkan Anda dari risiko infeksi yang dapat melebar ke organ vital lain seperti mata, otak, dan jantung. Dokter juga punya prosedur khusus dari wawancara sampai pemakaian bius untuk menekan efek samping.

  • Mitos 5: Gigi sehat harus memiliki warna putih

Tren veneer pada gigi membuat orang-orang berpikir bahwa gigi putih merupakan salah satu tanda gigi yang sehat. Bahkan tak sedikit yang memakai produk-produk tertentu demi mendapatkan gigi putih tanpa memperhatikan komposisi bahannya. Namun, hal ini tak sepenuhnya benar, bahkan gigi yang berwarna chulky white harus segera dicek ke dokter. Gigi sehat adalah yang tak berlubang dan tak mudah bergoyang walau warnanya tak putih sempurna.

Semoga dengan mengetahui kebenaran dari mitos-mitos tadi, Anda jadi tahu perawatan terbaik untuk gigi yang sebaiknya dilakukan. Selamat memeriksakan gigi Anda ke klinik dokter gigi!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.